Komisi B Terima Aduan IPPM
DPRD SIDOARJO-Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo terima aduan warga Pedagang Kaki Lima (PKL), yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Masyarakat (IPPM) terkait seringnya berpindah-pindah karena terusir saat mencari nafkah di wilayah Sidoarjo, Senin (26/1/2026).
Hearing yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho serta dihadiri sejumlah Anggota Komisi B dan dinas terkait.
Dalam hearing, Abidin yang mewakili Ikatan Pedagang Pasar Masyarakat (IPPM) dengan nada bergetar menyampaikan sangat kesulitan karena pasar rakyat yang telah dibangun harus berpindah desa hingga antar kecamatan. Rasanya berat sekali mencari tempat menetap. "Kami ditolak terang-terangan dari pihak Desa Plumbungan, kini telah melegalkan diri dari sebuah paguyuban menjadi organisasi resmi, IPPM merasa belum mendapatkan sentuhan pemberdayaan dari pemerintah daerah,"ungkapnya.
Abidin menambahkan jika Kepala Desa menolak aktivitas dan kami berharap setelah legal, ada tangan pemerintah yang merangkul kami. Menanggapi jeritan hati warga, Kusumo Adi Nugroho dari Fraksi PDI Perjuangan yang memimpin dengar pendapat (hearing), langsung memberikan instruksi tegas kepada dinas terkait.
Ia memastikan bahwa negara harus hadir di tengah keringat para pedagang kecil. Sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, pemerintah wajib memberikan kesempatan usaha dan perlindungan.
“Kami segera memfasilitasi IPPM melalui dinas-dinas terkait agar ekonomi Sidoarjo terus meningkat. Kami sudah panggil dinas untuk membahas solusi nyata bagi mereka,” tegas Kusumo.
Kusumo meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi Kabupaten Sidoarjo dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, untuk turut memperhatikannya tidak hanya menjadi penonton, melainkan memberikan pelatihan dan bantuan sarana seperti tenda jualan.
“Sudahlah, jangan bersedih lagi. Kami wakil rakyat siap mendengarkan dan memperhatikan kesejahteraan Anda semua agar taraf hidup pedagang kecil meningkat,” ucap Kusumo menenangkan para peserta hearing. (diana)